DI SINI TEMPATNYA UANG!!!!SILAHKAN KLIK!!!

Jumat, 08 Mei 2009

Menjadikan Negara Indonesia Lebih Baik

Saya melihat acara TV beberapa hari yang lalu bahwa tahun depan banyak sekali yang ingin jadi presiden, tapi ketika ditanya dalam detilnya bagaimana mengatasi masalah-masalah dan memajukan Indonesia, belum ada yang bisa menjawab dengan baik.

Hal ini mengugah saya untuk menurut artikel singkat ini. Siapa tahu sedikti saran dan pendapat dari saya yang bodoh ini, mungkin bisa memberikan masukkan yang berguna bagi negara dan bangsa Indonesia. Jadi saya tidak perlu ikut-ikutan jadi presiden untuk bisa mengubah bangsa ini supaya lebih maju... :-)

Berikut program yang harus segera dilaksanakan oleh pemerintah atau presiden mendatang supaya bangsa kita jangan sampai lebih terpuruk:

1. Memberantas Kemiskinan - Semua calon presiden pasti menyebut akan memberantas yang satu ini, tapi bagaimana melaksanakannnya? Tidak mudah memang karena rakyat bisa miskin berarti karena mereka itu pada umumnya bodoh (dalam arti tidak terpelajar), tidak bisa mencari pekerjaan (tidak punya keahlian) atau bahkan ada yang tidak sekolah sampai tamat. Yah gimana mau belajar, makan saja susah?

Mengatasinya bukan berarti rakyat miskin itu diberikan uang, masalah selesai. Tapi harus diajarkan supaya bagaimana setidaknya mereka itu bisa hidup layak dan mandiri. Kalau rakyat miskin dan bodoh diberi uang, mungkin akan dihabiskan segera. Kalau mengajarkan mereka keahlian, akan jauh lebih berguna, karena mereka bisa memakainya untuk menghidupi keluarga. Kalau memberikan makanan itu lain cerita, dan saya rasa pemerintah kita sudah melakukannya.

Cara Mengatasinya
Nah intinya bagaimana mengajarkan mereka supaya bisa hidup mandiri dan tidak miskin lagi? Saran dari saya coba libatkan mahasiswa yang suka demo menentang pemerintah, atau mahasiswa yang sudah lulus tapi nganggur. Libatkan juga pihak universitas untuk sosialisai dengan meminta mahasiswa yang berkenan untuk datang ke daerah miskin. Ajari rakyat miskin tersebut dengan program padat karya, mencari uang dengan memanfaatkan kemampuan mereka, bercocok tanam, pelihara ternak, atau lihat di daerah tersebut apa yang bisa diolah untuk jadi makanan atau uang.

Pemerintah harus menyisihkan uang yang diberikan kepada rakyat miskin sebagai subsidi, untuk membayar gaji dan biaya hidup mahasiswa tersebut. Selain itu mungkin butuh dana ekstra untuk membeli bibit, pupuk, alat-alat bercocok tanam, pakan ternak, dan lain sebagainya. Mahasiswa harus mengawasi dana yang diberikan (supaya tidak dikorupsi), dan juga harus memberikan laporan hasil kerja mereka kepada aparat yang berwenang (yang sudah ada sekarang) yang ditunjuk kepala daerah setempat atau bahkan menteri dalam negeri dan atau menteri lainnya.

Bekali juga mahasiswa dengan ilmu-ilmu penerapan dan panduan untuk program padat karya yang sudah pernah dicanangkan pemerintah (kalau dirasa ilmu yang didapat di universitas tidak cocok untuk ini). Libatkan sekelompok mahasiswa, dan kalau perlu diawasi oleh aparat setempat, supaya program ini bisa dilaksanakan dengan baik.

Daripada uang diberikan langsung ke rakyat miskin atau mengadakan program padat karya yang tidak diawasi sehingga bisa dikorupsi oleh aparat, mending pakai cara di atas yang saya rasa lebih berguna. Kalau perlu libatkan juga sekolah-sekolah di daerah sekitar (yang sudah SMA setidaknya) untuk membantu, sehingga mereka kalau sudah lulus bisa mempunyai ketrampilan untuk bekerja dan menghidupi keluarga.

Dengan ini secara tidak langsung pemerintah juga telah menciptakan lapangan pekerjaan untuk mahasiswa dan rakyat miskin. Ini hal yang paling penting. Lebih baik mengajarkan cara mencari uang dan hidup mandiri daripada memberikan uang saja, dimana hanya merupakan solusi jangka pendek saja.


2. Lunasi Hutang Luar Negeri. Hutang kita di luar negeri mencapai lebih dari 100 Milyar Dollar, untuk bayar bunganya saja sudah keteteran, bagaimana bisa lunasnya? Sampai kapanpun tidak akan bisa lunas... ibarat kata orang, bahwa 'orang yang sewa rumah, tidak akan bisa membeli rumah'. Walau kenyataannya tidak demikian tapi banyak terjadi demikian...

Cara Megatasinya
Cobalah presiden mendatang atau pemerintah sekarang negosiasikan ulang hutang yang ada supaya tidak perlu bayar bunganya. Kalau tidak bisa, carilah hutang baru yang tidak perlu bunganya (atau bunganya lebih kecil) untuk membayar hutang yang sekarang. Intinya hutang sekarang yang ada bunganya mesti LUNAS DULU.

Janjikan negara yang memberikan hutang tanpa bunga tersebut untuk terlibat dengan proyek infrastruktur atau investasi di Indonesia bebas pajak selama Indonesia belum membayar hutangnya. Mungkin mereka lebih tertarik daripada duit negara mereka juga nganggur tidak terpakai. Saya rasa pasti ada negara kaya seperti Jepang dan China yang cadangan devisanya di atas 1 Trilyun Dolar, atau negara kaya di Timur Tengah yang mau dengan hal ini.

Coba tanyakan apa yang mereka inginkan sebagai timbal baliknya, dan kalau masuk diakal dengan bisa dilaksanakan, mungkin sebaiknya dicoba. Cara ini juga bisa menambah lapangan pekerjaan kalau mereka ingin investasi di negara kita. Intinya tawarkan kemudahan bagi mereka, asal mereka mau meminjamkan uang ke kita dengan tanpa bunga atau bunga yang lebih kecil.

Cara lainnya buatlah Surat Hutang Negara (SUN) atau obligasi untuk dilibatkan pada rakyat Indonesia (yang kaya) untuk membelinya. Jadi daripada duitnya buat bayar bunga di luar negeri, mending bayarnya ke rakyat kita saja. Kalau masalahnya untuk mendapatkan Dolar, rakyat kita juga banyak yang nyimpan Dolar kok... :-) Yah ambil contoh Amerika saja, negara yang dibangun dengan obligasi...


3. Memberantas Korupsi. Nah ini yang sulit diberantas, ibarat rayap di dalam rumah. Tapi kalau niat dari pemerintah benar-benar ingin memberantas, pasti bisa. Kalau sistem sekarang kalau ketahuan korupsi, terpidana cuma bayar denda dan di penjara beberapa tahun, mana bisa kapok? Banyak orang yang rela korupsi Milyaran, tapi cuma di penjara 3 - 5 tahun (belum lagi dapat remisi), setelah itu keluar hidup makmur. Saya juga mau kalau begini... :-)

Cara Mengatasinya
Untuk membuat efek jera caranya adalah setiap pejabat atau wakil rakyat yang ketahuan korupsi, sita hartanya atau dia harus membayar ganti rugi senilai 2 kali lipat dari nilai yang dikorupsinya. Tawarkan penjara atau keringanan kalau mereka kerja sosial di tempat yang penduduknya hidup miskin membantu mahasiswa (melakukan program pemberantasan kemiskinan yang saya bahas pada poin 1).

Hal ini mungkin bisa membuat mereka lebih sadar bahwa akibat perbuatan mereka, rakyat miskin makin terpuruk. Bentuk lain kerja sosial mungkin bisa lebih dipikirkan, dilihat dari situasi yang cocok untuk terpidana nantinya.

Intinya di sini adalah daripada pejabat tersebut di penjara dan tidak menghasilkan apa-apa bagi negaranya, pemerintah juga harus membayar makanan mereka di penjara, mendingan mereka disuruh kerja sosial saja membantu rakyat miskin. Hal ini juga boleh ditawarkan kepada narapidana lain yang berkelakuan baik dan ingin mengabdi pada negaranya. Mereka yang orang terdidik mungkin kalau diajarkan program padat karya pemerintah akan lebih mengerti daripada rakyat miskin kita, yang banyak tidak tamat sekolah. Selain itu aparat kita di daerah yang penduduknya miskin juga suka masa bodoh dan kadang pendidikan mereka juga kurang dalam hal ini.

Libatkan juga mahasiswa, aparat setempat untuk ikut mengawasi apakah terpidana kasus korupsi tersebut melaksanakan tugasnya dengan baik. Laporkan perminggu atau perbulan perkembangan atau apa yang telah dilakukannya kepada aparat yang berwenang. Kalau tidak, mendingan dimasukkan kembali ke penjara dan ditambah hukumannya. Apabila mereka sudah selesai menjalani hukuman tapi masih berani korupsi lagi, hukuman seumur hidup atau hukuman mati tampaknya layak untuk mereka.


Kesimpulan

3 poin penting yang saya bahas di atas adalah sumber dari keterpurukan bangsa kita. Kalau tiga poin tersebut sudah bisa diatasi, mungkin beban terbesar bangsa kita sudah bisa terangkat. Masih banyak masalah lain seperti ketersediaan lapangan pekerjaan, pembangunan infrastruktur, dan ekonomi kita yang saya lihat makin hari parah dan semakin ketinggalan dibanding negara lain.

Sebenarnya masih banyak poin yang ingin saya tulis lagi, mungkin di kesempatan lain. :-)

Penulis: Erwin

0 komentar:

Posting Komentar

 
Home | About | Link | Link
Simple Proff Blogger Template Created By Herro | Inspiring By Busy Bee Woo Themes